Dewagoal.com - Premier League rencananya bakal akan kembali melanjutkan musim yang sempat tertunda pada 8 Juni 2020 dan menyelesaikannya pada akhir Juli. Sebanyak 92 pertandingan yang melibatkan 20 klub akan tetap dimainkan hingga musim 2019-2020 benar-benar tuntas. Berikut 8 syarat untuk kembali menggelar Premier League

Penjadwalan

syarat untuk kembali menggelar Premier League
syarat untuk kembali menggelar Premier League

Masih ada 92 pertandingan Premier League yang harus dimainkan, di mana rata-rata setiap klub masih harus memainkan 9 pertandingan hingga akhir musim. Dengan kondisi tersebut, diyakini membutuhkan sekitar 50 hari, dengan kompetisi kembali dimulai sejak 8 Juni dan selesai pada 27 Juli.

Dengan begitu, Piala FA juga akan bisa dimainkan hingga selesai, dengan masih ada tujuh pertandingan, yaitu empat pertandingan perempat final, dua laga semifinal, dan tentunya laga final.

Kepastian Liga Champions dan Liga Europa masih belum jelas. Namun, kedua kompeisi Eropa itu akan diputuskan belakangan. Jadi kompetisi domestik bisa selesai lebih dulu, dengan final kompetisi Eropa diharapkan tidak lebih panjang dari akhir Agustus.

Pemerintah

Rencana menggelar kembali Premier League itu akan membutuhkan perizinan dari Pemerintah agar bisa diaplikasikan. Namun, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, disebut ingin melihat kembali hidupnya olahraga sebagai kunci untuk meningkatkan moral bangsa setelah enam pekan lagi masih dikarantina.

Pemerintah mulai bekerja keras untuk menentukan rencana setelah angka kematian akibat virus corona mulai melambat, di mana publik punya potensi diizinkan berkumpul setelah lebih dari satu bulan terpisah dari orang-orang yang mereka cintai.

Baca Juga : Bantu Perangi Corona, Barcelona Siap Jual Hak Penamaan Camp Nou

Namun, para penggemar sepak bola tidak akan diizinkan untuk menghadiri pertandingan secara langsung. Untuk masa yang akan datang, mungkin sampai 2021, menyaksikan laga melalui televisi akan menjadi langkah besar yang bakal diambil.

Kembali ke Lapangan Latihan

8 Syarat Premier League Dilanjutkan Kembali Menggelar Premier League 1
syarat untuk kembali menggelar Premier League

Arsenal menjadi klub papan atas yang kembali beraktivitas di pusat pelatihan mereka pada Senin (27/4/2020) setelah menjalani 47 hari melakukan isolasi setelah sang manajer, Mikel Arteta, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Setiap pemain The Gunners telah kembali ke lapangan London Colney secara individu untuk tetap menerapkan social distancing.

Kembalinya para pemain ke lapangan latihan itu bersifat sukarela. Namun, sebagian besar pemain sudah muncul. Mereka datang sendiri dan hanya lima pemain yang diizinkan untuk berlatih pada waktu yang sama.

Tottenham kembali berlatih pada Selasa (28/4/2020), di mana West Ham United dan Brighton ada di antara klub-klub Premier League lain yang siap untuk membuka kembali markas mereka untuk para pemain, dengan tetap menerapkan protokol sesuai standar selama pandemi virus corona.

Klub-klub percaya mereka membutuhkan para pemain kembali berlatih selama tiga pekan sebelum kembali bertanding. Artinya, seluruh pemain perlu kembali berlatih pada 18 Mei mendatang.

Chelsea diperkirakan bakal membuka kembali Cobham awal Mei, di mana tempat latihan The Blues sempat ditutup setelah Hudson-Odoi didiagnosa terinfeksi virus corona.

Namun, latihan dengan program sebenarnya masih akan membutuhkan waktu yang lama dan akan diizinkan ketika Pemerintah telah melonggarkan aturan karantina di seluruh penjuru negeri.

Karantina untuk yang Kembali dari Luar Negeri

Sejumlah klub Premier League akan tanpa pemain dan bahkan manajer, ketika mereka kembali berlatih dalam beberapa pekan lagi. Hal tersebut karena Pemerintah sedang menyusun rencana untuk memaksa siapa pun ang kembali ke Inggris dari luar negeri harus lebih dulu menjalani karantina selama dua pekan.

Kebijakan tersebut akan menjadi sebuah masalah besar bagi Manchester City, di mana Pep Guardiola saat ini berada di Barcelona menyusul kematian sang ibu, Dolors, yang meninggal pada awal bulan ini setelah terinfeksi virus corona.

Baca Juga : Cristiano Ronaldo Bertahan di Juventus Hingga 2022?

Bintang-bintang Manchester City, termasuk Gabriel Jesus, Ederson, Fernandinho, Rodri, Bernardo Silva, dan David Silva juga tengah berada di luar negeri setelah diberikan izin untuk pergi dari klub. Inggris adalah negara terakhir yang melakukan sosialisasi terkait persyaratan itu, seperti yang diterapkan Australia, Selandia Baru, Jerman, dan Yunani.

Manajer Wolverhampton, Nuno Espirito Santo, berada di Portugal, negara asalnya. Seperti juga beberapa pemainnya. Begitupun manajer Norwich City, Daniel Farke, dan manajer Southampton, Ralph Hasenhuttl juga berada di luar negeri.

Tes untuk Virus Corona

Tim medis dari setiap klub Premier League telah menggelar konferensi melalui video pada Sabtu (25/4/2020), di mana diputuskan bahwa para pemain dan staf penting harus lebih dulu menjalani tes COVID-19 dengan intensitas dua kali setiap pekan sepanjang sisa musim.

Tes tersebut akan dimulai dari titik ketika berlatih secara kelompok sudah kembali digelar, di mana setiap peralatan tes biasanya mencapai 150 pound. Anggota staf yang dianggap penting berbeda di setiap klub. Namun, tim-tim itu berharap bisa mendapatkan 50 alat tes untuk dua kali dalam satu pekan.

Tentu itu akan menghabiskan biaya sampai 300 ribu pound untuk 20 klub. Premier League sebagai operator kompetisi yang akan mengambil tagihan, dan bukan klub.

Penentuan Tempat Pertandingan

8 Syarat Premier League Dilanjutkan Kembali Menggelar Premier League 2
syarat untuk kembali menggelar Premier League

Masalah lain yang akan diputuskan dalam pertemuan pemegang saham pada Jumat mendatang adalah penggunaan tempat menggelar pertandingan yang disetujui, dengan alasan ke-20 stadion tidak mungkin digunakan untuk menyelesaikan musim. Itu merupakan syarat untuk kembali menggelar Premier League

Klub akan lebih senang menyelenggarakan pertandingan di stadion-stadion Premier League, tapi bisa dipahami mereka bisa diyakinkan untuk bermain di lapangan latihan klub dan arena netral lain, seperti markas latihan Timnas Inggris, St George's Park.

Premier League akan memilih lapangan yang sesuai dengan standar kebersihan untuk menciptakan lingkungan yang steril. Akan ada panduan di mana pemain bisa diganti sebelum dan sesudah pertandingan, di mana jabat tangan akan dihindari.

Meski tanpa para penggemar yang datang ke pertandingan, diperkirakan akan butuh minimal 300 orang untuk menggelar pertandingan. Jumlah tersebut termasuk 40 pemain, 32 pelatih, dan staf medis dari kedua tim, 12 match official, kemudian enam hingga delapan dokter dan personel medis, tiga ofisial Premier League, dan 130 atau lebih personel media.

Siaran Televisi

8 Syarat Premier League Dilanjutkan Kembali Menggelar Premier League 3
syarat untuk kembali menggelar Premier League

Premier League tengah mempertimbangkan untuk menyiarkan beberapa pertandingan musim ini secara free-to-air sebagai upaya pencegahan terhadap orang-orang yang ingin bertemu dan menonton pertandingan bersama-sama. Namun, Sky dan BT, yang merupakan pemegang hak siar untuk menyiarkan pertandingan di Inggris, akan menolak tekanan untuk menyiarkan 47 laga tersisa tanpa bayaran.

Mereka telah membayar 421 juta pound untuk pertandingan yang masih bakal digelar, dan itu termasuk pertandingan-pertandingan penentuan gelar juara, kualifikasi Eropa, dan penentu degradasi. Premier League telah bicara dengan para pemegang hak siar dan pemerintah, dan berusaha untuk melakukan kompromi, di mana 45 pertandingan lain kurang menarik akan disiarkan secara gratis.

Kesehatan dan Keselamatan

Sejumlah inisiatif lain tengah dipertimbangkan untuk menjaga keselamatan pemain dan staf yang terlibat dalam pertandingan tertutup yang digelar.

Klub telah membahas kemungkinan untuk memasukkan para pemain ke hotel selama enam pekan hingga musim berakhir. Hal itu berpotensi menjauhkan mereka dari keluarga dan mencegah adanya penyebaran virus.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan sterilisasi bola yang digunakan selama pertandingan, baik sebelum, saat, dan setelah pertandingan. Ini adalah taktik yang akan digunakan oleh La Liga ketika mereka memulai kembali kompetisi.

Selain itu, ada wacana meminimalisasi kontak antara para pemain di sudut lapangan, sebuah ide yang diperdebatkan di Spanyol. Pemain juga dilarang meludah setelah seorang kepala petugas medis UEFA mendesak pengurus kompetisi untuk menjadikannya sebagai sebuah pelanggaran yang bisa dijatuhi sanksi.