Dewagoal - Ade Armando dilaporkan ke polisi oleh Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (BAKOR KAN) Sumatera Barat karena posting-annya di media sosial. BAKOR KAN keberatan atas penggunaan istilah 'Kadrun' dalam posting-an Ade terkait aplikasi Injil Berbahasa Minangkabau.

Ciutan Ade Armando di Facebook yang Menjadi Pemicu

Ade Armando, Dilaporkan Soal Kritik Injil Minang
Ade Armando, Dilaporkan Soal Kritik Injil Minang

Cuitan Ade di akun Facebook miliknya pada 4 Juni 2020 jadi kontroversi karena berujung laporan ke polisi. Ade dianggap menghina atau mencemarkan nama baik masyarakat Minangkabau.

Ade juga dinilai melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 14 ayat 2 dan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

BACA JUGA: BMKG Memberikan Peringatan Gempa dan Cuaca

Ada 6 poin dasar dan pertimbangan hukum BAKOR KAN terhadap Ade. Pada poin 5 dan 6, BAKOR KAN menyoroti istilah 'Kadrun' di posting-an Ade.

"Penggunaan istilah 'kadrun' atau yang diterjemahkan dengan Kadal Gurun merupakan sebutan rasis dan perlawanan yang menuduh bahwa agama Islam adalah agama orang Arab yang tidak pantas hidup di Indonesia," demikian penggalan poin 5 pernyataan BAKOR KAN yang dikutip detikcom, Rabu (10/6/2020).

Padahal, lanjut pernyataan itu, konstitusi dan peraturan telah mengakui bahwa agama Islam merupakan salah satu agama yang diakui dan dihormati di Indonesia. BAKOR KAN juga menyebut istilah 'Kadal Gurun' atau disingkat 'Kadrun' bukan sesuatu yang baru.

Ciutan Ade Armando di Facebook yang Menjadi Pemicu
Ciutan Ade Armando di Facebook yang Menjadi Pemicu

Menurut Stefanus, setelah menerima laporan tersebut pihaknya akan melakukan penyelidikan.

"Saat ini sedang dalam penyelidikan," kata Stefanus.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar mengirim surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan meminta agar aplikasi Injil berbahasa Minangkabau itu dihapus. Kemudian sejak 3 Juni 2020, aplikasi itu sudah hilang dari Play Store.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumbar Jasman Rizal kemudian memberikan penjelasan mengenai surat tersebut. Menurut Jasman, adat Minangkabau itu didasarkan pada syariat, dan syariat itu didasarkan pada kitab Al Quran.

"Itu konsep dasar berpikir orang Minangkabau. Artinya, orang Minangkabau adalah penganut Islam dan jika ada yang mengaku sebagai orang Minangkabau tetapi tidak muslim, secara adat tidak diakui sebagai orang Minangkabau,” kata Jasman.

Dari pada kamu menghabiskan waktu dengan menjelas  dunia Internet. lebih baik kamu memanfaatkan Internet untuk cari penghasilan tambahan lewat game online di WAMA88.COM.

Kamu harus daftar terlebih dahulu lalu melkaukan deposit untuk bisa bermain dengan nyata menggunakan uang asli anda. Buruan daftarkan dirimu sekarang juga.

Situs Permainan WAMA88
Situs Permainan WAMA88